Tuesday, December 9, 2014

Pakarti Dukung KPK Berantas Korupsi

Pramono
Kartunis Pramono R Pramoedjo
Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) ikut mendukung KPK dalam kegiatan edukasi mengenai gerakan antikorupsi di kalangan generasi muda. Gerakan itu dinamakan “Kartunis ber-AKSI”. Melibatkan lebih dari 100 kartunis dan 300-an karya kartun bertema antikorupsi. Karya mereka dipamerkan di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, dari 9 hingga 11 Desember 2014, bersamaan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional.
Gerakan moral ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan PAKARTI kepada KPK dalam memberikan edukasi bagi generasi penerus bangsa, membentuk integritas serta pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi melalui gambar kartun. Menurut Jan Praba, presiden PAKARTI, gerakan moral para kartunis ber-AKSI ini memiliki banyak arti yaitu Berantas Korupsi Tiada Henti, Berani Melawan Korupsi, Berperilaku Anti Korupsi, Berbudaya Anti Korupsi, Bersikap Anti Korupsi dan Berpikir Anti Korupsi. “PAKARTI akan ber-AKSI melalui karya kartunnya yang bertema ‘KORUPSI’,” kata Jan Praba.

Friday, December 5, 2014

Kolaborasi Stand Up Comedy dan Dagelan Mataram

sam-marwo
KALAU anda beruntung, anda akan bisa menikmati bentuk pergelaran “eksperimen” atau sebutlah gaya baru antara Stand Up comedy dan Dagelan Mataram. Kalau tidak beruntung, pergelaran itu sudah jalan dan anda baru membaca tulisan ini. Tetapi kalau pikiran anda terbuka, tak penting anda sudah sempat menonton atau belum, yang penting justru mencermati, apa sih istimewanya mengkolaborasi dua sisi gaya pertunjukan komedi yang “berbeda” patron dan indikator namun sebenarnya “sama” secara hakikat atau esensi, yakni sama-sama komedi. Sama-sama jualan lelucon.
Kita semua sudah paham apa itu Stand Up comedy, bukan? Seseorang, benar-benar seseorang, berdiri di atas panggung sambil pegang atau menghadap mike, kemudian ngoceh (komedi verbal) ke sana-ke mari, membawakan berbagai topik atau masalah yang tiap sekian detiknya selalu diikuti tawa penonton. Seseorang itu benar-benar menjadi pusat seluruh pertunjukan, termasuk ketika ia merespon properti atau melakukan interaksi dengan penonton.