Tuesday, December 9, 2014

Pakarti Dukung KPK Berantas Korupsi

Pramono
Kartunis Pramono R Pramoedjo
Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) ikut mendukung KPK dalam kegiatan edukasi mengenai gerakan antikorupsi di kalangan generasi muda. Gerakan itu dinamakan “Kartunis ber-AKSI”. Melibatkan lebih dari 100 kartunis dan 300-an karya kartun bertema antikorupsi. Karya mereka dipamerkan di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, dari 9 hingga 11 Desember 2014, bersamaan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional.
Gerakan moral ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan PAKARTI kepada KPK dalam memberikan edukasi bagi generasi penerus bangsa, membentuk integritas serta pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi melalui gambar kartun. Menurut Jan Praba, presiden PAKARTI, gerakan moral para kartunis ber-AKSI ini memiliki banyak arti yaitu Berantas Korupsi Tiada Henti, Berani Melawan Korupsi, Berperilaku Anti Korupsi, Berbudaya Anti Korupsi, Bersikap Anti Korupsi dan Berpikir Anti Korupsi. “PAKARTI akan ber-AKSI melalui karya kartunnya yang bertema ‘KORUPSI’,” kata Jan Praba.

Friday, December 5, 2014

Kolaborasi Stand Up Comedy dan Dagelan Mataram

sam-marwo
KALAU anda beruntung, anda akan bisa menikmati bentuk pergelaran “eksperimen” atau sebutlah gaya baru antara Stand Up comedy dan Dagelan Mataram. Kalau tidak beruntung, pergelaran itu sudah jalan dan anda baru membaca tulisan ini. Tetapi kalau pikiran anda terbuka, tak penting anda sudah sempat menonton atau belum, yang penting justru mencermati, apa sih istimewanya mengkolaborasi dua sisi gaya pertunjukan komedi yang “berbeda” patron dan indikator namun sebenarnya “sama” secara hakikat atau esensi, yakni sama-sama komedi. Sama-sama jualan lelucon.
Kita semua sudah paham apa itu Stand Up comedy, bukan? Seseorang, benar-benar seseorang, berdiri di atas panggung sambil pegang atau menghadap mike, kemudian ngoceh (komedi verbal) ke sana-ke mari, membawakan berbagai topik atau masalah yang tiap sekian detiknya selalu diikuti tawa penonton. Seseorang itu benar-benar menjadi pusat seluruh pertunjukan, termasuk ketika ia merespon properti atau melakukan interaksi dengan penonton.

Sunday, November 30, 2014

Contoh Cerita Wayang Mbeling: Antareja Si Jago Cipok

antareja
Raden Antareja

Senja itu udara diliputi mendung. Tak ada angin bertiup sepoi-sepoi basah. Yang ada desiran angin puyuh. Menerbangkan rumput kering menumbangkan ranting-ranting lapuk. Pada saat demikian, biasanya orang enggan ke luar rumah. Lebih enak tidur menekuk kaki memeluk guling. Atau tiduran berselimut bulu domba (jika punya). Tapi tidak demikian halnya dengan Raden Antareja, si putra Bima yang sulung ini. Dia baru saja lulus dari pendidikan militer yang maha dahsyat. Hasil gemblengan kakeknya sendiri Prof. Antaboga yang punya istana di bawah tanah.
Pada saat sepi yang menggigit jari itu, Raden Antareja ke luar dari bawah tanah seraya mengendarai sebuah kendaraan khusus, terbuat dari bahan-bahan yang aneh dan langka. Sebab kendaraan itu di samping mampu menggergaji tanah, juga mampu mengembalikan status tanah sebagaimana semula. Jadi nyaris sama sekali tak berjejak. Dan ini jelas tidak menyalahi slogan pemerintah tentang pelestarian alam dan lingkungan hidup.

Menantang Sinema Wayang Indonesia

animasi
Animasi Kresna

SALAH satu program acara “Mahabharata” yang mengangkat tema wayang di sebuah stasiun TV terlihat sukses dan gegap gembita. Sinema produk India yang sedang tayang kali ini memang memiliki sisi pandang berbeda dibandingkan dengan produk serupa berjudul sama yang pernah tayang di TPI, beberapa tahun lalu.

Sembilan Cara Merukunkan DPR


dpricuh
Suasana Ricuh di DPR RI

1. Diperlukan figur semacam Ibu Kasur dan Pak Kasur untuk mengajak mereka nyanyi bersama-sama. Supaya hidup tetap ceria.

2. Perlu mendatangkan Juru Dongeng dengan cerita para pahlawan bangsa, para pendiri bangsa yang rela berkorban tenaga, harta-benda, bahkan nyawa untuk mewujudkan cita-cita Republik Indonesia. Supaya ngeh, bahwa memimpin itu, menderita.

Pelawak, Narkoba, dan Mintilihir

tessy
Tessy
Tessy beberapa hari ini banyak diberitakan media kaitannya dengan kasus penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya Gogon, Polo, Doyok, juga (pernah) kena urusan perkara yang sama. Mengapa pelawak “banyak” yang terjerumus ke dalam cengkeraman penyalahgunaan narkoba? Ini menarik. Karena pertanyaan tersebut sebenarnya perlu diperlebar lagi, emang artis-artis lain, enggak? Emang para remaja dan masyarakat umum, enggak? Emang pejabat anu, para elit anu, petugas anu, enggak?
Itu artinya, pertanyaan yang mempertanyakan mengapa para pelawak banyak terjerat kasus narkoba hanya bagian dari fenomena dan ekses dari sebuah serbuan gaya hidup orang-orang kota yang tak dapat mengelak dari perangkap tersebut. Pertanyaan mengapa pelawak, hanya persoalan spesifik. Ia bisa melabar ke pertanyaan: mengapa artis, mengapa pejabat, mengapa petugas, mengapa para elit?

Wednesday, October 29, 2014

Mengapa Terjadi Kemerosotan Lawak di Indonesia?

warkop
Grup Lawak Warkop – plus Nanu Mulyono

Oleh Odios Arminto

Tak mudah menjawab pertanyaan di atas. Yang dapat dilakukan hanya adanya rasa kesal dan gemas karena kemerosotan yang ada begitu signifikan dan tak terbantahkan. Bagi anda yang pernah menjadi saksi bagaimana dunia lawak di tahun akhir 1970-an hingga 1990-an, dapat merasakan betul perbedaan yang ada.
Antara akhir tahun 1970-an hingga ujung tahun 1985-an, di Jakarta, di bawah bendera Lembaga Humor Indonesia (LHI) pimpinan Arwah Setiawan, dunia lawak (bahkan event seni humor secara umum) begitu bergairah dan tumbuh subur. Berbagai festival lawak dan seni humor (termasuk lomba kartun, musik, tari, pidato dan lain-lain) begitu membahana dan menyedot perhatian masyarakat secara nasional. Dari lomba musik humor itulah, salah satunya, LHI menjadi “ibu momentum” lahirnya musikus kelas legenda, Iwan Fals.

Wednesday, October 22, 2014

Menyiapkan Materi Lucu untuk Stand Up Comedy

bombproof
Oleh Odios Arminto

Menyiapkan materi lucu untuk Stand Up Comedy (SUC) adalah kegiatan menulis atau mengonsep materi yang berbeda dengan kegiatan menulis lainnya; seperti menulis cerpen, cerita bersambung, novel, dan lain-lain. Materi lucu untuk SUC, sedapat mungkin, pendek-pendek saja tapi mengena. Semacam opini pendek yang lucu.

Opini pendek lucu ini dapat disusun sesuai pilihan sang komik sendiri. Disesuaikan dengan stilisasi gaya dan kecocokan sang individu. Seperti kita ketahui bersama, SUC adalah sebuah bentuk entertainment di mana seorang komedian tampil di depan live audience. Umumnya komedian menampilkan lelucon sehari-hari yang telah dibangun sebelumnya lewat penggiringan ingatan penonton (set up – punch line) pada topik-topik yang dibahas, untuk kemudian sampai pada titik ledak kelucuan.
Kelucuan-kelucuan tersebut umumnya disampaikan lewat berbagai teknik, setidaknya ada 25 teknik yang dapat dipilih, namun komedian hanya memilih beberapa saja; di antaranya call back, one liner, rule of three, dan lain-lain.

10 Tips untuk Komedian Pemula

mo-sidik

Tak ada hal yang paling menakutkan (bagi comic pemula) selain rasa khawatir akan gagal dalam suatu perform. Bukan soal demam panggung, bukan soal keraguan akan materi yang kurang nendang, bukan juga soal calon penonton yang kelewat cerdas atau kurang nyambung. Persoalannya adalah kekhawatiran yang menyergap ke dalam diri sendiri, yang kemudian menggerogoti rasa percaya diri. Kekhawatiran ini akan berkurang jika anda mencoba tip-tip berikut ini.

Sunday, October 19, 2014

13 Pantangan yang Harus Dihindari Komedian


Odios Arminto
Oleh Odios Arminto

Pantangan atau pamali itu bukan reka-rekaan. Ia bisa benar, bisa juga hanya sekadar peringatan awal agar kita terhindar dari suatu bahaya. Contohnya, kalau kalian naik gunung berapi, hindari berada di posisi atau arah angin bertiup, karena asap beracun yang berasal dari kawah bisa mendatangkan maut.
Begitu juga dengan profesi komedian atau pelawak atau comic. Profesi ini sebaiknya juga jangan terlalu sering naik gunung berapi, apalagi pake nyoba-nyoba nyemplung ke dalam kawah yang panas dan menggelora, dijamin kelucuannya akan hilang.

Tuesday, October 14, 2014

Demokrasi Mau Di-Democrazy-kan? No Way!

1413226477497606556
Kartun Non-O



Oleh Odios Arminto

Kartunis kawakan Non-O (Sudi Purwono) orangnya low profile banget. Ia seperti air danau. Tenang dan cool habis. Begitu anda menyuguhkan nasi panas, petai rebus/goreng, dengan sambal terasi yang menggugah selera, ia juga akan menyambutnya dengan reaksi tetap tenang. Tapi begitu anda meleng sedikit, misal ke wastafel untuk cuci tangan atau cuci muka, anda balik lagi ke meja, anda akan kaget. Apa yang terhidang di meja, kalau beruntung tinggal separo, atau kalau tidak beruntung ya, sudah habis tandas.
Itu gambaran karikatural tentang sosok kartunis yang sudah berkarya lebih dari 25 tahun. Berbagai prestasi sudah diraihnya. Ia pernah bergabung dengan Harian Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Kompas, majalah Kartini (Grup) dan beberapa lainnya. Non-O tetap tenang, tetap seperti yang dulu. Tetap awet muda. Tetap punya personality khas. Khususnya dalam berlelucon dengan teman-teman sesama seniman.

Sunday, October 12, 2014

Lontong…Lontong!! Kembalikan Cak Tolong!!!


Oleh Odios Arminto

Melihat format ILK (Indonesia Lawak Klub) belakangan, kok seperti ada yang bergeser dari format sebelumnya. Gimana gitu. Tidak terstruktur, sistematis dan masif lagi. Tema yang dipilih biasanya tajam dan dialogis. Lha kok yang baru-baru terasa mengambang. Potongan kalimat, tanpa makna utuh. Lalu eksplorasi yang terjadi mengembangbiak tanpa kendali. Dan mending kalau lucu, tapi yang terjadi adalah spekulasi spontanitas, yang kadang garing kerontang-kering kemarau.

Duhai ILK, kembalilah ke saat-saat di mana Cak Lontong dapat porsi yang memadai untuk mengaduk-aduk imajinasi pemirsa lewat model survey, yang setahu saya, menjadi main product dari ILK. Atau segmen unggulan memikat. Saat yang ditunggu-tunggu para pemirsa.

Saturday, October 11, 2014

Ini Dia Revolusi Humor Jawaban untuk Indonesia

Kartun Non-O

Oleh: Odios Arminto


Saya tidak peduli apakah debat dengan Jokowi, Presiden Terpilih ini, nyata atau imajiner. Tidak penting amat. Pertemuan gagasan ini juga karena berangkat dari kegelisahan yang sama, ingin menyaksikan Indonesia maju, Indonesia yang top markotop. Gagasan Jokowi soal Revolusi Mental, Nawa Cita, tidak mengagetkan saya. Setengah abad yang lalu Jiddu Krisnhamurti, spiritualis dan guru dunia asal India yang tinggal di Inggris dan Amerika sudah ngomong soal itu. Kunci keberhasilan revolusi massa, dimulai dari revolusi individu.

Friday, October 10, 2014

Kisah yang Menyindir Orang Penting Negeri ini

Kartun: Non-O

Oleh Odios Arminto

Dua kisah berikut ini, yang pertama bercerita tentang keraguan dan keserakahan. Yang kedua, tentang kejujuran dan ketidakjujuran. Kalau anda cermati, pesan penting yang tertuang dalam kisah-kisah tersebut seakan tidak istimewa amat, tetapi bila direnungkan secara mendalam, kisah-kisah berikut sungguh memuat makna yang demikian mengena. Setidaknya bagi kita yang mau peduli dan menghargai moral politik yang belum lama sempat mengharu-biru dan mengaduk-aduk perasaan rakyat seluruh negeri ini.

Thursday, October 9, 2014

Masa Depan KPU, Bawaslu dan Presiden Terpilih

Kartun Non-O - Joke: Odios

Tiga orang pengusaha tampak bernapas lega. Ketegangan sidang di MPR sudah berlalu. Salah seorang berkata, “Amankah hari-hari ke depan nanti?”
“Maksudmu? Memang masih ada ketegangan seri selanjutnya?” Tanya orang kedua.
“Bukan seri selanjutnya, hanya saja saya merasa agak tergelitik jika membayangkan ke depan,” sahut orang ketiga.
“Apa yang kau bayangkan?”
“Setelah kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan tak mungkin lho Presiden dipilih MPR. Aku Cuma ngebayangin nasib perusahaan Quick Count-ku….bakal gulung tikar.”
“Bukan Cuma itu, KPU, Bawaslu Pusat dan di seluruh daerah, mau ngerjain apa?”
“Jangan terlalu pesimis, dong,” sahut salah seorang yang dari tadi diam saja, “setidaknya masih ada pilihan Lurah dan pilihan Ketua RT….. dijamin tetap langsung dan tak ada yang berminat bikin RUU apalagi UU-nya!!!”

Wednesday, October 8, 2014

Friday Night Live Comedy – Contoh Naskah Stand Up Comedy


Ditulis oleh Darminto M Sudarmo dan Tri Agus Susanto Siswowiharjo – (15 April 2014) – bahan berdasarkan tema aktual yang muncul di media sosial pada bulan tersebut dengan teknik analisa melintir, mencang-mencong, dan kacaubalaulogis.

Lho! Mengapa bukan Saturday Night Live Comedy? Yang pertunjukannya dapat kita saksikan di berbagai kota metropolitan dunia pada Sabtu malam? Bukan! Pokoknya, haqul yakin, bukan! Karena pertunjukan bercorak galatama antara stand up comedy, monologue, joke telling, dan lain-lainnya ini diadakan pada Jumat malam. Selain bertabur materi-materi lelucon, sindiran dan gurauan, juga sesekali muncul aroma atau performa yang rada-rada horror. So, inilah laporan saya tentang pertunjukan Friday Night Live Comedy di sebuah kota besar, yang secara ideologis terpaksa harus saya rahasiakan.

Tuesday, October 7, 2014

Satu dari Ratusan Contoh Naskah Lawak yang Sering Nongol di TV

Kang Ibing, pemain utama

Banyak yang nanya seperti apa sih contoh naskah lawak yang sering nongol di TV? Supaya gak penasaran, ini salah satu contoh aja di antara ratusan naskah yang sering juga disebut outline story.
Isinya garis besar flow of direction. Juga pegangan buat petugas set, kostum, property, make up dan lain-lain. Meski singkat dan ringkas, cerita musti memiliki bangunan konflik, silang sisih persepsi antarpemain sehingga terjadi kesalahpahaman dan kekonyolan yang menggemaskan.
Kondisi itu penting agar pemain punya bekal dan imajinasi untuk mengeksplor diri. Kalau beruntung, naskah yang sederhana tapi dimainkan oleh pelawak-pelawak bagus, hasil pertunjukannya bisa sangat mengejutkan dan hidup. Ini sekadar contoh. Dalang wayang golek yang didaulat oleh produser dan sutradara untuk pegang kendali seluruh cerita dan berkolaborasi dengan pemain utama maupun bintang tamu adalah Ki Asep Sunandar Sunarya.

Monday, October 6, 2014

Dari Pelawak Mati Muda ke Seniman Bunuh Diri dan Metode Patch Adams

Searah jarum jam: Pelawak Gepeng, Robin Williams, dan dr Patch Adams

Oleh Odios Arminto

Misteri mengapa pelawak Indonesia banyak yang mati muda, masih jadi pertanyaan hingga kini. Mengapa di luar sana banyak seniman bunuh diri juga tinggal sebagai misteri. Berita tentang Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodingrat (RSJ Lawang) di Malang yang berencana menjadi rumah sakit jiwa pertama di Indonesia yang menerapkan metode seperti yang ada di film Patch Adams, mungkinkah dapat menjadi salah satu solusi bagi penderita kesehatan jiwa? Mari kita kaji satu persatu.
Santai aja. Jangan buru-buru. Tentang pelawak mati muda, berikut kita paparkan dialog yang ada di salah satu website.

Pertanyaan:
Kenapa para pelawak/komedian Indonesia banyak yg gak panjang umur? Tau sendiri kan, di dunia entertainment Indonesia, selebriti yang paling gak panjang umur tuh pelawak/komedian. Banyak yg meninggal di umur yg belum begitu tua. Tahun ini aja kita kehilangan 4 orang : Taufik Savalas, Asmuni, Big Dicky & Basuki.

Sunday, October 5, 2014

Apa Iya, Profesi Lucu, Makin Laku?


Oleh Odios Arminto

Mungkin anda setuju, mungkin juga tidak. Tidak apa. Profesi lucu, itu tergolong istimewa dan pastinya agak langka. Karena itu wajar kalau jumlahnya juga tidak banyak amat. Sebutlah misalnya badut, pelawak atau comic, kartunis, penulis gag, sineas film lucu, pencipta lagu kocak, pencipta tari jenaka, pembicara humoris, pemain pantomime, pegrafis meme, dan mungkin masih ada beberapa yang belum tersebutkan.

Saturday, October 4, 2014

“MANG UDEL” PURNOMO LOLOS KE “TRIO LOS GILOS”


Oleh Arwah Setiawan

SEBAGAIMANA Danny Kaye atau Bob Hope, maupun semua pelawak lainnya, Drs Purnomo atau “Mang Udel” atau “Mas Pung” sudah pernah dilahirkan. “Menurut ibu, beliau ingat benar saya lahir pada hari Kamis Legi, 7 Oktober. Padahal? Oktober Kamis Legi tahun 1923 itu tidak ada, yang ada tahun 1922. Jadi sebetulnya, di KTP saya setahun lebih muda dari yang sebenarnya.” Mengapa begitu? Ya embuh, wong kawit biyen, zaman Belanda sudah didaftar tahun 1923. Nggak tahu kesalahan siapa.”

Friday, October 3, 2014

Lucu itu Aneh, kata Teguh Srimulat


Oleh Odios Arminto

Hanya orang dengan kapasitas “empu” yang dapat menemukan definisi lelucon dengan kalimat yang demikian efisien dan mengena. Jam terbang empiris Teguh Srimulat yang panjang dan penghayatan mendalam pada profesi, telah membawanya tiba pada suatu pemikiran yang strategis ketika Srimulat bergerak dari grup sandiwara opera menuju ke grup sandiwara komedi.

“Lucu itu apa Pak Teguh?” Tanya anggota Srimulat.

“Lucu itu…aneh!” jawab Teguh Srimulat dengan tak menduga kalimat itu dapat meluncur begitu saja dari mulutnya.

Thursday, October 2, 2014

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri


Oleh Odios Arminto

Sejarah literatur perlawakan Indonesia memang gelap. Beda dengan seni sastra, lukis, suara dan seni-seni elitis lainnya. Di masa lalu, seni berbasis humor atau lelucon, domainnya rakyat jelata. Para abdi atawa punakawan. Para bendara atau kaum priyayi umumnya, harus jaim. Tampil angker supaya berwibawa. Tidak berwibawa, uang kembali; eh, pamor sosialnya langsung jatuh.

Di masa kini, memang ada sedikit kemajuan. Ada apresiasi. Entah itu karena pelawak dihargai mahal atau masyarakat telah menyadari apa manfaat humor bagi kehidupan sehari-hari. Yang jelas, di berbagai Negara maju, seni berbasis humor menjadi primadona dan mendapatkan perhatian istimewa. Banyak pihak – multidisplin ilmu, multiprofesi – tertarik menggali dan mencoba menguak manfaat yang ada di baliknya.

Tuesday, September 30, 2014

Mengapa Kelucuan Pelawak Tak Bertahan Lama?


Oleh Odios Arminto

Jawabnya cuma satu: manajemen. Manajemen apa? Manajemen semua yang terkait dengan diri sang pelawak itu sendiri.

Sebelum ke mana-mana, mari kita “bedah” dulu bagaimana sebuah acara di TV terjadi? Pertama, dimulai dari brainstorming di internal produser atau dengan pihak rekanan (rumah produksi). Mereka berdiskusi dan berdebat seru tentang sebuah acara baru (berbasis humor) yang akan diajukan ke manager produksi (tiap TV kadang punya istilah yang berbeda-beda). Pihak yang mengajukan acara selain harus mempresentasikan dengan gamblang dan lengkap, juga harus menyertakan proposal berikut kalkulasi selling point yang diyakini kuat dan dapat “diterawang” secara instingtif maupun nalar logika umum.

Thursday, September 25, 2014

Kabar Baik buat Para Mahasiswa, Peneliti, dan Peminat Studi Humor




Oleh Odios Arminto

Humor itu energi budaya. Keberadaannya dirasakan umat manusia di seluruh jagad raya. Ia menyelinap, mengendap-endap dan menyatu ke dalam urat nadi tradisi dan kehidupan manusia. Terekspresi dalam kehidupan sehari-hari. Dirasakan manfaatnya oleh kita semua.
Dalam ungkapan yang lain, humor menembus fungsi ke seluruh bidang yang mau mengakomodasinya. Sehingga tak pelak, ia dapat dikaji dengan pendekatan multidisiplin ilmu dan multiprofesi.

Apa yang tak bisa diwacanakan humor? Dari filsafat, budaya, masalah sosial, politik, ekonomi, hingga bahkan agama. Hanya saja, humor yang asasinya bersifat netral dan tak berpretensi, dengan kepintaran manusia, ia dapat dijadikani senjata untuk kepentingan-kepentingan pragmatis sempit.
Fitrahnya, humor itu tak mengenal justifikasi SALAH dan BENAR, karena humor memang tidak perlu pembuktian. Hal terpenting yang diapresiasi dalam humor adalah LUCU dan TIDAK LUCU.  Di situlah martabat dan nilai “ideologi” humor dikaji, diapresiasi dan diperdebatkan; namun karena nilai-nilai sosial masyarakat berbeda-beda (etika), maka gesekan-gesekan persepsi bisa terjadi, sehingga estetika dasar harus mengalah pada dominasi etika.

Sunday, September 21, 2014

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (698)


Why is That So Funny?: A Practical Exploration of Physical Comedy (Softcover)
Paperback – April 1, 2007
by John Wright (Author)

(Book). This unique exploration of the principles and practice of physical comedy starts with a discussion of the various types of laughter that can be provoked by performance. It then presents graduated sequences of over a hundred games and exercises devised to demonstrate and investigate the whole range of comic possibilities open to a performer. The result is an intensely practical and thoroughly stimulating investigation of how comedy works in physical terms.

About the Author
John Wright is co-founder of the highly successful, award winning Hertfordshire based Trestle Theatre Company.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (697)


The Wall Street Journal Portfolio of Women in Business Cartoons Paperback – September 1, 2000
by Charles Preston (Editor)

A book of cartoons about women in business collected from the Wall Street Journal. Subjects of the cartoons vary from sexual harassent to promotions. Softcover.

Product Details
    Paperback: 80 pages
    Publisher: Dow Jones & Co; First Edition edition (September 1, 2000)
    Language: English
    ISBN-10: 1881944271
    ISBN-13: 978-1881944270
    Product Dimensions: 6 x 5.8 x 0.3 inches
    Shipping Weight: 2.4 ounces

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (696)


The Wall Street Journal Portfolio of Business Cartoons Paperback – November 1, 1999
by Charles Preston (Editor)

This book is full of hilarious cartoons and stimulating text. Cartoons are clear and bright, literally and figuratively. Don't miss this opportunity to own this clever cartoon collection.

Good chuckles on the business of life
By A Customer on March 30, 2000
Format: Paperback
This cartoon collection makes a good coffee-table book or gift. Organized by decade from the Fifties through the Nineties, the cartoons can be timeless or topical. Humor that brings back memories of changes in our society (women moving into the workplace, merger mania, stock market fluctuations) puts life in perspective and gives a chuckle every page.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (695)


The Trials of Lenny Bruce: The Fall and Rise of An American Icon Hardcover – September 1, 2002
by Ronald K. L. Collins (Author), David M. Skover (Author)

Lenny Bruce’s words had the power to provoke laughter and debate-as well as shock and outrage. It was the force of his voice that would place him on the wrong side of the law in San Francisco, Los Angeles, Chicago and New York.

Lenny committed his life to telling the truth. But the truth he told infuriated those in power, and authorities in the largest, most progressive cities in the country worked relentlessly to put him in jail. To them, Lenny’s words were filthy, depraved. But to his fans-the hip, the discontented, the fringe-his words were not only sharp and hilarious, they were a light in the dark to the repressed society of the early 1960s.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (694)


The Earth's Visual Diary: What if The Earth could make a visual diary out of its observations? Exile makes you feel apart and attached to nowhere and ... is your home and you observe everywhere.
Paperback – August 14, 2014
by Kianoush Ramezani (Author, Illustrator, Cover Design)

What if The Earth could make a visual diary out of its observations?... I always have this image of the Earth observing everything. Exile makes you feel apart and attached to nowhere and everywhere, no country and no border. Then you feel the Earth is your home and you observe everywhere. This is the concept of this book as the first collection of my drawings created between 2010 and 2014. I categorized them according to their theme, Human Rights, World conflicts, Peace, Information Technology and Environment.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (693)


Still Foolin' 'Em: Where I've Been, Where I'm Going, and Where the Hell Are My Keys?
Paperback – September 16, 2014
by Billy Crystal (Author)

Hilarious and heartfelt observations on aging from one of America’s favorite comedians as he turns 65, and a look back at a remarkable career

Billy Crystal is turning 65, and he’s not happy about it. With his trademark wit and heart, he outlines the absurdities and challenges that come with growing old, from insomnia to memory loss to leaving dinners with half your meal on your shirt. In humorous chapters like “Buying the Plot” and “Nodding Off,” Crystal not only catalogues his physical gripes, but offers a road map to his 77 million fellow baby boomers who are arriving at this milestone age with him. He also looks back at the most powerful and memorable moments of his long and storied life, from entertaining his relatives as a kid in Long Beach, Long Island, his years doing stand-up in the Village, up through his legendary stint at Saturday Night Live, When Harry Met Sally, and his long run as host of the Academy Awards.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (692)


Laughter in Ancient Rome: On Joking, Tickling, and Cracking Up (Sather Classical Lectures) Hardcover – June 25, 2014
by Mary Beard (Author)

What made the Romans laugh? Was ancient Rome a carnival, filled with practical jokes and hearty chuckles? Or was it a carefully regulated culture in which the uncontrollable excess of laughter was a force to fear—a world of wit, irony, and knowing smiles? How did Romans make sense of laughter? What role did it play in the world of the law courts, the imperial palace, or the spectacles of the arena?

Laughter in Ancient Rome explores one of the most intriguing, but also trickiest, of historical subjects. Drawing on a wide range of Roman writing—from essays on rhetoric to a surviving Roman joke book—Mary Beard tracks down the giggles, smirks, and guffaws of the ancient Romans themselves. From ancient “monkey business” to the role of a chuckle in a culture of tyranny, she explores Roman humor from the hilarious, to the momentous, to the surprising.  But she also reflects on even bigger historical questions. What kind of history of laughter can we possibly tell? Can we ever really “get” the Romans’ jokes?

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (691)


Humor in Craft Hardcover – April 28, 2012
by Brigitte Martin (Author)

What happens when professional craft artists are allowed to let loose when they get to explore their mischievous and irreverent sides? Find out in this groundbreaking book, which, for the very first time, reveals an entirely different side of serious craft. Hundreds of images and essays from all over the world allow you to gain insight into the creative minds of contemporary artists like never before.

A variety of traditional craft media are shown, such as furniture, ceramics, glass, fiber, jewelry, and metal, as well as a number of unique, nontraditional techniques. Even a bus shelter in London gets a creative make-over that s sure to make you smile!

The topics range from the playful to the serious, but the message is always most enjoyable. Humor in Craft is a treasure trove for craft aficionados and humor enthusiasts alike.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (690)


God told me to draw these Paperback – October 17, 2013
by John F De Salvio (Author)
ISBN-13: 978-1492862963 ISBN-10: 1492862967

Political cartoons, columns, interviews, histories, feature stories and other selected writings in support of gay and lesbian communities by a former Benedictine monk and journalist - revised to biblical proportions.

Product Details
    Paperback: 220 pages
    Publisher: CreateSpace Independent Publishing Platform; 2 edition (October 17, 2013)
    Language: English
    ISBN-10: 1492862967
    ISBN-13: 978-1492862963
    Product Dimensions: 0.5 x 8 x 10 inches
    Shipping Weight: 1.2 pounds

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (689)


Finding Your Funny Bone! The Actor's Guide to Physical Comedy And Characters Paperback – August 30, 2007
by Nancy Gold (Author)

Finding Your Funny Bone! The Actors Guide to Physical Comedy and Characters is a wonderful new how-to approach to creating physical comedy and finding the creative comic within you. Written for both teachers and performers, this easy-to-read text, punctuated by outstanding photos and illustrations, gives you all the practical tools you need to create a combination that works for you.

Explore, experience, and enjoy games and exercises for:

* mime

* mask

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (688)


Cosby: His Life and Times Hardcover – September 16, 2014
by Mark Whitaker (Author)

The first major biography of an American icon, comedian Bill Cosby. Based on extensive research and in-depth interviews with Cosby and more than sixty of his closest friends and associates, it is a frank, fun and fascinating account of his life and historic legacy.

Far from the gentle worlds of his routines or TV shows, Cosby grew up in a Philadelphia housing project, the son of an alcoholic, largely absent father and a loving but overworked mother. With novelistic detail, award winning journalist Mark Whitaker tells the story of how, after dropping out of high school, Cosby turned his life around by joining the Navy, talking his way into college, and seizing his first breaks as a stand-up comedian.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (687)


Bossypants Mass Market Paperback – January 29, 2013
by Tina Fey (Author)

Before Liz Lemon, before "Weekend Update," before "Sarah Palin," Tina Fey was just a young girl with a dream: a recurring stress dream that she was being chased through a local airport by her middle-school gym teacher. She also had a dream that one day she would be a comedian on TV.

She has seen both these dreams come true.

At last, Tina Fey's story can be told. From her youthful days as a vicious nerd to her tour of duty on Saturday Night Live; from her passionately halfhearted pursuit of physical beauty to her life as a mother eating things off the floor; from her one-sided college romance to her nearly fatal honeymoon -- from the beginning of this paragraph to this final sentence.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (686)


Behind the Curtain: An Insider's View of Jay Leno's Tonight Show Hardcover – July 10, 2014
by Dave Berg (Author)

Jay Leno's Tonight Show comes alive in this book by insider Dave Berg, who spent 18 years as Jay's co-producer.  There were always two shows: the one on stage and the one behind the curtain. This narrative weaves both together, featuring the show's most legendary moments, including Hugh Grant's game-changing mea culpa, Arnold Schwarzenegger's shocking political announcement, and the historic booking of Barack Obama as the first sitting president ever to do a late-night show. But it doesn't stop there.  Every page is full of zany, wacky and serious moments with celebrities, political and sports figures at The Tonight Show with Jay Leno. Foreword by Jay Leno and endorsements by Laura Bush, Bill O'Reilly, Bill Maher,  Gary Sinise, James Carville & Mary Matalin, Larry the Cable Guy and more.

Saturday, September 20, 2014

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (685)


Portfoolio 22: The Year's Best Canadian Editorial Cartoons (Portfoolio: Year's Best Editorial Cartoons) Paperback – January 1, 2006
by Guy Badeaux (Author)

Product Details
    Series: Portfoolio: Year's Best Editorial Cartoons
    Paperback: 204 pages
    Publisher: McArthur & Company (January 1, 2006)
    Language: English
    ISBN-10: 1552786080
    ISBN-13: 978-1552786086
    Product Dimensions: 10.6 x 8.1 x 0.4 inches
    Shipping Weight: 1 pounds

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (684)


Portfoolio 21 Paperback – Nov 3 2005
by Guy Badeaux (Author)

Cartoonist Guy Badeaux has compiled the year's best editorial cartoons from Canadian cartoonists that reflect the major events of the past year: 2005.

Product Details
    Paperback: 160 pages
    Publisher: McArthur & Co (Nov. 3 2005)
    Language: English
    ISBN-10: 1552785343
    ISBN-13: 978-1552785348
    Product Dimensions: 26.9 x 20.8 x 1.3 cm
    Shipping Weight: 340 g

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (683)


Portfoolio 20: The Year's Best Canadian Editorial Cartoons Paperback – January 1, 2004
by Guy Badeaux (Author)

Product Details

    Paperback
    Publisher: McArtur & Company (2004)
    ISBN-10: 1552784460
    ISBN-13: 978-1552784464
    Product Dimensions: 7.8 x 5.1 x 1 inches
    Shipping Weight: 1 pounds

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (682)


Portfoolio 19 Paperback – Oct 2 2003
by Guy Badeaux (Author)

As you are reading this, Paul Martin could already be prime minister of Canada, Arnold Schwarzenegger could be governor of California and Saddam Hussein either dead or captured by the Americans. On the other hand, what we do know is that you will find in this book “freedom fries,” “roadmaps to peace,” Miss World contestants but no weapons of mass destruction. From the ludicrous claims of Clonaid to the outcry over same-sex weddings, from the excitement of both the PC and Liberal leadership races (we’re only kidding!) to the sober pronouncements of Mel Lastman (there we go again!), PORTFOOLIO 19 offers you Canada’s best editorial cartoonists’ take on an eventful year.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (681)


Portfoolio 18: The Year's Best Canadian Editorial Cartoons Paperback – November 5, 2002
by Guy Badeaux (Compiler)

What’s the connection between the war in Afghanistan and the break-up of the Alliance? Between the death of Peter Gzowski and the passing of the Queen Mum? Mike Harris bowing out and Gordon Campbell wading in? The Enron bust and the Liberal cabinet shuffle? Mel Lastman’s Hell’s Angel handshake and the Olympic figure skating scandal? They were all deserving targets of Canada’s top editorial cartoonists.

From the celebrated (Aislin, Corrigan, Gable, Raeside) to the unheralded, Portfoolio 18 offers a 12-month round-up of the funniest, the smartest, the most wicked cartoons published in 2001/2002.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (680)


Portfoolio 17: The Year's Best Canadian Editorial Cartoons Paperback – November 1, 2001
by Jay Stone (Author), Guy Badeaux (Editor)

Product Details
    Paperback
    Publisher: Mcclelland & Stewart Ltd (November 2001)
    Language: English
    ISBN-10: 0771010532
    ISBN-13: 978-0771010538
    Product Dimensions: 10.6 x 8.2 x 0.6 inches
    Shipping Weight: 10.4 ounces

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (679)


Portfoolio 16 Paperback – Sep 1 2000
by Guy Badeaux (Author)

Question: What’s the connection between Céline’s wedding and the Pokémon craze, Y2K and Pinochet, Mafiaboy and Conrad Black, the Halifax perfume ban and Farm Relief, Adrienne Clarkson and genetically modified foods, sky-high gas prices and Human Resources, Hitler’s limo and Chrétien’s tour of the Middle East? Answer: They were all deserving targets of Canada’s top editorial cartoonists.

From the celebrated (Aislin, Corrigan, Gable, Raeside, Wicks) to the unheralded, Portfoolio 16 offers a twelve-month round-up of the funniest, the smartest, the most wicked cartoons published in 1999-2000. Editorial cartoonist Guy Badeaux has selected the best work of 50 of his peers, and each section (on Canada, the U.S., Sports, Society, and The World) is introduced by movie critic and humorist Jay Stone.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (678)


Portfoolio 15: Canada's Best Editorial Cartoons Paperback – Sep 1 1999
by Guy Badeaux (Author), Jay Stone (Author)

Product Details
    Paperback: 160 pages
    Publisher: CDG Books Canada (September 1999)
    Language: English
    ISBN-10: 0771576722
    ISBN-13: 978-0771576720

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (677)


This Year's Best Canadian Editorial Cartoons: Portfoolio 14
Paperback – January 1, 1998
by Guy Badeaux (Editor)

"...the 14th annual collection of the best from fifty of Canada's best cartoonists."

Product Details

    Paperback: 159 pages
    Publisher: MacMillan Canada; 1sr edition (1998)
    Language: English
    ISBN-10: 0771576145
    ISBN-13: 978-0771576140
    Product Dimensions: 10.8 x 8.2 x 0.3 inches
    Shipping Weight: 12 ounces

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (676)


Portfoolio 10 : The Year's Best Canadian Editorial Cartoons Paperback – Jan 1 1994
by Guy; MacQueen, Ken Badeaux (Author)

Product Details
    Paperback
    Publisher: Macmillan (1994)
    ISBN-10: 077159089X
    ISBN-13: 978-0771590894
    ASIN: B0031EQFR4

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (675)


Portfoolio 8 The Year in Canadian Caricature Paperback – Jan 1 1992
by Guy Badeaux (Author)

Product Details
    Paperback
    Publisher: MACMILLAN OF CANADA (1992)
    ISBN-10: 0771591845
    ISBN-13: 978-0771591846
    Product Dimensions: 27.4 x 21.1 x 2 cm
    Shipping Weight: 454 g

Brian Gable, 1992 caricature in the Globe and Mail newspaper, cover of the following book:
Guy Badeaux and Charles Gordon, 1940-, Portfoolio 8 : the year in Canadian caricature / edited by Guy
Badeaux; text by Charles Gordon; foreword by Josh Freed, [Toronto] : Macmillan Canada, 1992, 190 p. :ill., ISBN: 0771591845; Gable, Bria.

Buku-buku Humor Koleksi Ihik (674)


Portfolio 6: The Year in Canadian Caricature. Paperback – Jan 1 1990
by Guy. Badeaux (Author)

Product Details
    Paperback
    Publisher: Macmillan (1990)
    ISBN-10: 0771591136
    ISBN-13: 978-0771591136
    Product Dimensions: 21.4 x 14.9 x 1.9 cm
    Shipping Weight: 358 g

Wednesday, September 17, 2014

In Memoriam: Priyanto Sunarto Kartunis Majalah Tempo

 
Priyanto Sunarto (10 Mei 1947 - 17 Sept 2014)

Rekaman Wawancara tentang Doktor Kartun yang Tidak Bisa Nyuntik 


Oleh Darminto M. Sudarmo

Sosok kartunis Pri S tentu tidak asing lagi bagi Anda penggemar kartun Indonesia. Terutama bagi mereka yang sering menyimak karya-karyanya di Majalah Tempo. Kartunis yang bernama lengkap Priyanto Sunarto, kelahiran 10 Mei 1947, wafat 17 Sept 2014 ini, ternyata bukan hanya kartunis beken; ia juga seorang pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), pegrafis yang andal, penulis dan konseptor visual yang membanggakan. Usai menyelesaikan S3-nya dengan disertasi “Metafora Visual Kartun Editorial pada Surat Kabar Jakarta 1950-1957” suami dari seorang istri bernama Euis Sukmadiana ini, pernah mengalami sakit serius. Orang menyebutnya stroke; tetapi berkat upaya yang gigih untuk sembuh, diketahui kesehatannya semakin membaik.