Wednesday, October 22, 2014

10 Tips untuk Komedian Pemula

mo-sidik

Tak ada hal yang paling menakutkan (bagi comic pemula) selain rasa khawatir akan gagal dalam suatu perform. Bukan soal demam panggung, bukan soal keraguan akan materi yang kurang nendang, bukan juga soal calon penonton yang kelewat cerdas atau kurang nyambung. Persoalannya adalah kekhawatiran yang menyergap ke dalam diri sendiri, yang kemudian menggerogoti rasa percaya diri. Kekhawatiran ini akan berkurang jika anda mencoba tip-tip berikut ini.

  • Jangan tunda, naiklah ke atas panggung sekarang juga.
    Pepatah bijak mengatakan, “learning by doing”, itulah solusinya. Tak ada teori yang dapat menjelaskan, mengapa dengan langsung melakukan apa yang anda khawatirkan, pelan-pelan masalah yang menjadi penghambat anda akan terkuak dengan sendirinya. Semakin banyak Anda melakukan dan memanfaatkan open mic, semakin Anda akan dapat belajar. Banyak komedian melakukan kegiatan tersebut beberapa kali, dari klub ke klub atau dari komunitas studi ke komunitas studi. Tidak ada pengganti yang efektif untuk itu selain memastikan anda mendapatkan kesempatan untuk mencoba melakukan open mic di manapun kesempatan itu bisa didapatkan.
  • Jangan takut untuk meledakkan suasana.
    Bila situasi anda memungkinkan, jangan sia-siakan waktu. Manfaatkan waktu yang baik itu (dan mungkin tidak datang dua kali) untuk meledakkan “bom” anda. Pelajari dengan seksama apakah materi andalan anda itu efektif membuat suasana tiba-tiba guncang? Atau sebaliknya, senyap dan menguap? Pelajari reaksi yang terjadi itu dan catatlah baik-baik dalam hati. Mungkinkah anda dapat memulihkan keadaan dan mulai membangun suasana (set up – punch line) dari awal lagi? Kekhawatiran dapat menjadi motivasi yang kuat agar anda dapat bekerja lebih keras di kesempatan yang lain.
  • Jangan buru-buru buang materi lama anda.
    Bahkan jika anda bekerja selalu dengan materi baru, jangan lupa untuk menyimpan materi-materi lama Anda yang masih segar. Mungkin di materi itu anda punya set up besar, ada lucunya atau tag yang akan membuat sebuah karya lelucon bahkan terasa lebih asyik. Selalu ada ruang untuk perbaikan; sesekali tak ada salahnya kembali setiap sekali dalam beberapa saat dan pukulan up lelucon tua anda dengan tag atau punchlines baru. Hal ini juga dapat menjadi cara yang bagus untuk keluar dari liang – saat kesulitan mendapatkan gagasan bagus di situasi yang sangat mendesak dan kecil peluang.
  • Jangan mencuri.
    Jangan mencuri. Bahkan meminjam atau mengulang kata-kata komik lain. Itu kalau anda tak ingin karier anda segera berakhir. Menjadi diri sendiri adalah jalan terbaik. Audiens memiliki mata, telinga dan rasa yang luar biasa. Mereka tak akan pernah bisa memberi toleransi pada materi-materi curian, pinjaman atau repetisi yang dikemas bagaimanapun rapatnya. Materi orisinal, sesuatu yang sangat dihargai dan diapresiasi oleh audiens.
  • Disiplin waktu.
    Selalu pastikan untuk tetap berada dalam slot waktu yang diberikan kepada anda oleh promotor, manajer klub atau penyelenggara open mic. Sangat tidak sopan dan tidak profesional untuk mengulur-ulur jatah waktu anda; ingat, ada komedian lain yang antre di belakang anda, dan mereka tak ingin kehilangan sedetik pun waktu yang menjadi hak mereka. Begitu pula juga tidak elok, kalau perform anda hanya memanfaatkan sedikit waktu dari yang telah diberikan. Efeknya tetap pada giliran komik berikutnya yang telah mempersiapkan diri dengan waktu yang ketat dan berusaha tepat waktu. Anda ingin membangun reputasi untuk diri sendiri sebagai seorang profesional, dan berpegang teguh pada slot waktu anda adalah cara yang baik untuk berdisiplin dalam urusan waktu.
  • Rekam penampilan anda.
    Jika anda dapat (tergantung di mana anda melakukan), mengambil video dari kinerja anda. Anggap saja seperti “film rekaman” tim sepak bola; anda akan dapat kembali dan menonton diri anda untuk melihat apa yang berhasil dan kurang sehingga perlu diganti. Apakah anda berbicara terlalu cepat? Apakah anda mengajak tertawa terlalu memaksa diri? Banyak hal yang mungkin tidak anda sadari saat itu, ketika saraf dan adrenalin bisa terpacu lebih dari yang anda duga. Sebuah rekaman video akan memberikan anda kesempatan untuk memeriksa dan merefleksikan kinerja anda sehingga anda dapat membuat perubahan untuk masa depan. Hanya ingat, jangan terobsesi terlalu banyak; jika anda terlalu over-mengevaluasi, anda mungkin akan kehilangan sebagian atau seluruh kesegaran dan spontanitas Anda.
  • Pentingnya klub.
    Bahkan jika anda tidak siap untuk mendapatkan kesempatan manggung di sebuah klub komedi (akan lebih baik memulai dari malam open mic), anda masih harus mencoba untuk keluar dan melihat sebanyak mungkin pertunjukan komedi LIVE. Dari setiap komedian yang anda tonton, anda akan belajar sesuatu yang baru; belajar sesuatu yang anda suka dan belajar dari kesalahan yang anda tidak suka. Juga, anda mungkin dapat mulai membuat koneksi dengan promotor, pemilik klub dan – yang paling penting – komik lainnya. Komedi adalah sebuah komunitas, dan semakin cepat anda dapat menjadi bagian dari itu, akan lebih baik bagi Anda.
  • Jaga hubungan baik dengan audiens.
    Hanya karena anda telah melihat komik lain menghina penonton, bukan berarti anda harus ikut-ikutan melakukannya. Belum. Kalau anda tetap tergoda, karena kekurangan materi atau karena seseorang mengejek anda, berhati-hatilah. Salah respon anda bisa berakibat mereka menjauh dari anda, padahal anda ingin mereka selalu di sisi anda, bukan? Banyak komik mengaku pernah ditemui penonton setelah pertunjukannya selesai. Jika mereka merasa terhina oleh lawakan anda, itu berarti mungkin anda membawa masalah pada diri sendiri. Jaga hubungan baik dengan audiens, jelas merupakan keharusan.
  • Siapkan selalu buku catatan.
    Anda tidak pernah tahu kapan atau di mana inspirasi lucu akan datang, dan akan sangat disayangkan jika anda sampai kehilangan momentum “emas” itu karena anda tidak memiliki cara untuk menuliskan gagasan anda tersebut. Selalu siap untuk membuat catatan atau menuliskan ide-ide; sebelum anda menyadarinya. Awalnya mungkin akan sangat merepotkan, tetapi di kemudian hari anda akan menyadari bahwa efek nilai dari tindakan anda akan sangat besar sekali manfaatnya. Bahkan, untuk sebuah hasil yang tak pernah anda bayangkan sebelumnya!
  • Jadilah diri sendiri.
    Apa hebatnya menjadi Akbar kedua, Ernest ketiga, Cak Lontong kelima, Sem ketujuh, Iwel kesepuluh dan seterusnya? Menjadi anda yang pertama mungkin tak mulus jalan yang harus ditempuh. Tapi itu proses yang sungguh sehat dan penting dilakukan. Anda memang akan mengalami proses jatuh bangun, tapi proses itu akan membimbing anda menuju ke pencerahan batin yang sesungguhnya. Pencerahan batin itu yang akan menunjukkan bagian mana yang kuat, bagian mana yang lemah, bagian mana yang punya peluang dan bagian mana yang punya ancaman. Kebajikan dalam hidup, pada akhirnya akan membisiki anda, bahwa stilisasi yang pas untuk anda adalah ini atau itu. Bahwa gaya bicara, bahasa tubuh, tipikal materi, dst dst adalah yang ini atau yang itu. Percayalah, jika saatnya tiba, tak ada yang mustahil. Yang penting: jujurlah pada diri sendiri. (Odios)

No comments:

Post a Comment